FEB Unesa Gelar Bimbingan Teknis AACSB: Langkah Nyata Menuju Akreditasi Internasional dan Peningkatan Mutu Berkelanjutan
Surabaya, 28–29 Juli 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB Unesa) terus menunjukkan komitmen strategisnya dalam memperkuat sistem mutu akademik melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis Akreditasi Internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, pada 28 dan 29 Juli 2025, bertempat di Auditorium Lantai 3 Gedung G6 FEB Unesa.

Sebagai bagian dari continuous improvement in quality, kegiatan ini dirancang untuk membekali seluruh sivitas akademika dengan pemahaman mendalam terkait proses dan standar akreditasi AACSB. “Proses akreditasi AACSB bukan sekadar formalitas administratif, melainkan momentum transformasi institusional yang menuntut budaya mutu dan daya saing global. Bimbingan teknis ini adalah langkah konkret FEB Unesa dalam menjawab tantangan tersebut,” ujar Prof. Dr. Anang Kistyanto, Dekan FEB Unesa.

Hari Pertama: Pendalaman Eligibility Application dan Persiapan iSER
Hari pertama bimbingan teknis difokuskan pada materi Eligibility Application (EA) yang merupakan tahapan awal dalam proses akreditasi AACSB. Materi disampaikan oleh narasumber utama, Aprilia Beta Suandi, Kepala Unit Penjaminan Mutu dan Akreditasi FEB UGM. Dalam sesi ini, beliau menjelaskan struktur EA yang mencakup:
- Penjelasan latar belakang institusi dan regulasi pendidikan tinggi
- Pemenuhan kriteria kelayakan, seperti jumlah dosen dan lulusan
- Prinsip-prinsip AACSB seperti integritas, dampak sosial, dan misi institusi
- Rencana strategis menuju Initial Self Evaluation Report (iSER)
Narasumber menegaskan bahwa EA bukan hanya prosedur teknis, tetapi merupakan kesempatan strategis untuk menyelaraskan visi, tata kelola, dan sistem mutu FEB Unesa dengan standar internasional.
Hari Kedua: Pembangunan Sistem Assurance of Learning (AoL)
Pada hari kedua, peserta dibekali dengan konsep dan praktik penerapan Assurance of Learning (AoL) sebagai indikator utama keberhasilan pembelajaran. Materi yang dibahas mencakup:
- Penyusunan Competency Goals (CGs) dan Learning Objectives (LOs)
- Pengembangan rubrik asesmen dan pemetaan kurikulum (curriculum map)
- Strategi asesmen langsung dan tidak langsung
- Mekanisme closing the loop sebagai bentuk peningkatan berkelanjutan
- Dokumentasi AoL sebagai bukti pengendalian mutu pembelajaran
AoL menekankan bahwa setiap proses asesmen harus berujung pada pengambilan tindakan nyata untuk peningkatan kualitas kurikulum, pengajaran, dan dukungan pembelajaran.

Keterlibatan Peserta Lintas Unit FEB Unesa
Bimbingan teknis ini diikuti oleh lebih dari 40 peserta yang berasal dari berbagai unit strategis di lingkungan FEB Unesa, antara lain:
- Kepala Badan Penjaminan Mutu Unesa
- Wakil Dekan FEB Unesa
- Koordinator Program Studi dan Kepala Laboratorium SelIngkung
- Gugus Penjaminan Mutu dan Unit Penjaminan Mutu
- Tim TPK, SPF, Kerjasama, Website, Penalaran, Zona Integritas
- Tim Tracer Study, Bimbingan Konseling, Pendamping Ormawa
- Tim Taskforce AACSB FEB Unesa
Kehadiran lintas unit ini mencerminkan semangat kolaboratif dalam mempersiapkan akreditasi berbasis prinsip institution-wide engagement.

Komitmen FEB Unesa Menuju Akreditasi Internasional Berstandar Global
Dengan menjadi bagian dari jaringan sekolah bisnis AACSB, FEB Unesa berupaya mentransformasikan tata kelola akademik yang lebih profesional, berorientasi pada hasil (outcome-based education), dan siap bersaing secara global. Narasumber juga membagikan pengalaman akreditasi FEB UGM sebagai benchmark institusi yang telah sukses melewati proses panjang akreditasi AACSB.
Bimbingan teknis ini bukanlah akhir dari proses, tetapi merupakan starting point dari perjalanan panjang akreditasi. Diperlukan komitmen, konsistensi, dan kolaborasi semua pihak agar sistem mutu yang dibangun benar-benar berkelanjutan.
FEB Unesa bertekad untuk menjadikan akreditasi internasional bukan hanya sebagai pencapaian simbolis, tetapi sebagai katalis perubahan nyata dalam budaya mutu dan tata kelola pendidikan tinggi di Indonesia.
Share It On: