Ketua Komisi C DPRD Jatim Adam Rusydi Bakar Semangat 2.471 Maba FEB Unesa Melalui Makna Nasionalisme dan Wawasan Kebangsaan
SURABAYA – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya
(FEB Unesa) membekali ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 dengan
pemahaman mendalam mengenai wawasan kebangsaan, integritas, dan strategi bela
negara di era digital. Pembekalan strategis tersebut disampaikan dalam
rangkaian agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FEB
Unesa 2026 oleh Ketua Komisi C DPRD Provinsi Jawa Timur, Adam Rusydi, S.Pd.,
M.Pd. sebagai pemateri utama pada kegiatan tersebut.
Mengusung tema "Dari Bangga Menjadi Indonesia, Menjadi
Bagian dari Perubahannya", Adam mengajak seluruh mahasiswa baru untuk
meredefinisi makna nasionalisme di tengah tantangan zaman. Dalam pemaparannya, Ia
menegaskan bahwa nasionalisme masa kini tidak lagi sekadar diwujudkan melalui
seremonial atau ucapan kebanggaan belaka, melainkan melalui tindakan nyata yang
konsisten dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas.
"Nasionalisme adalah rasa yang bergerak. Kebanggaan
terhadap bangsa harus diwujudkan dalam bentuk kepedulian, tanggung jawab, dan
aksi nyata. Mahasiswa bukanlah sekadar penonton perubahan, melainkan bagian
dari perubahan itu sendiri yang menentukan arah masa depan Indonesia,"
tegas Adam di hadapan seluruh peserta PKKMB FEB Unesa.
Legislator Jawa Timur tersebut membeberkan bahwa
implementasi bela negara versi mahasiswa dapat dimulai dari pilihan-pilihan
kecil setiap hari di lingkungan kampus. Hal ini mencakup komitmen menjaga
kejujuran saat tugas dan ujian, memelihara integritas serta kepemimpinan
transparan dalam berorganisasi, hingga bersikap bijak digital dengan menyaring
informasi sebelum membagikannya demi menangkal hoaks serta polarisasi sosial.
Lebih lanjut, Adam menyoroti peran
strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) yang
adaptif dan bernalar kritis. Menurutnya, sikap kritis mahasiswa tidak boleh
sebatas menyampaikan kecaman keras tanpa dasar, melainkan harus dibangun atas
landasan data yang valid, menjunjung tinggi etika komunikasi, serta senantiasa
menawarkan solusi nyata yang konstruktif bagi persoalan di sekitarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya
menjaga kompas identitas budaya bangsa di tengah keterbukaan informasi global.
Mahasiswa diharapkan memiliki wawasan berstandar global namun tetap berakar
kuat pada nilai-nilai Pancasila, produktif melahirkan inovasi, serta aktif
menyalurkan keilmuannya melalui pengabdian masyarakat.
Melalui pembekalan ini, FEB Unesa berharap mahasiswa baru terdorong untuk mengeksekusi aksi nyata sejak awal perkuliahan guna memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi almamater, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Share It On: