Kolaborasi Akademik Global: Tiga Narasumber UTHM Isi Guest Lecture di FEB Unesa
Surabaya, 4 November 2025 – Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB Unesa) melanjutkan rangkaian Inbound International Mobility Programme UTHM–Unesa dengan menghadirkan tiga pakar internasional dari Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) dalam sesi Guest Lecture yang berlangsung di Auditorium G6 Lantai 3. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya FEB Unesa memperkuat atmosfer akademik internasional dan memberikan pengalaman belajar global bagi mahasiswa.
Acara ini menghadirkan tiga narasumber yang masing-masing menyampaikan topik strategis terkait teknologi, manajemen, dan pengembangan masa depan. Sesi berlangsung interaktif dengan banyak tanya jawab dan diskusi mendalam antara pemateri dan peserta.
Acara ini dibuka secara langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Unesa, Prof. Dr. Anang Kistyanto, S.Sos., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) atas terjalinnya kolaborasi akademik yang semakin kuat. Beliau menegaskan bahwa kegiatan Guest Lecture internasional seperti ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mewujudkan internasionalisasi pendidikan di FEB Unesa.
Prof. Dr. Anang Kistyanto, S.Sos., M.Si. menilai bahwa kehadiran para pakar dari UTHM membawa nilai positif bagi penguatan kualitas pembelajaran, memperluas perspektif mahasiswa, serta mendorong terbentuknya atmosfer akademik global di lingkungan FEB. Beliau menekankan pentingnya paparan terhadap ide, metode, dan pendekatan dari berbagai negara sebagai upaya membangun kompetensi global, kemampuan adaptif, dan mindset kepemimpinan masa depan bagi mahasiswa.
Dalam penutup sambutannya, beliau berharap kerja sama antara FEB Unesa dan UTHM dapat terus ditingkatkan melalui program kolaborasi riset, mobilitas mahasiswa-dosen, serta kegiatan ilmiah bersama lainnya, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi perkembangan pendidikan dan riset di kedua institusi.
1. Dr. Chandrashekar Ramasamy
Topik: The Role of Integrated Index Measure for Industries in Measuring Performance Improvement
Dalam sesi pembuka, Dr. Chandrashekar menjelaskan bagaimana integrated index measure menjadi instrumen penting dalam mengukur peningkatan kinerja industri. Beliau menyoroti bagaimana perkembangan teknologi, khususnya Internet of Things (IoT), mendorong perubahan besar dalam efisiensi operasional dan pengambilan keputusan berbasis data. Beliau menekankan bahwa IoT membantu meningkatkan visibilitas proses, memperbaiki alokasi sumber daya, dan mendorong transformasi digital di sektor industri.
Dr. Chandrashekar juga menguraikan berbagai tantangan adopsi teknologi di sektor industri seperti keterbatasan infrastruktur, kesiapan SDM, hambatan organisasi, dan isu regulasi. Ia menegaskan pentingnya evaluasi berkala terhadap kesiapan digital untuk mendorong transformasi yang berkelanjutan.
2. Prof. Ts. Dr. Alina Shamsuddin
Topik: Lean Thinking – Problem Solving Using Lean Thinking Methods
Pada sesi kedua, Prof. Ts. Dr. Alina memperkenalkan konsep lean thinking sebagai pendekatan untuk menciptakan nilai (value) sembari meminimalkan pemborosan. Beliau menjelaskan bahwa lean bukan hanya metode bagi industri manufaktur, tetapi juga cara berpikir yang dapat diterapkan dalam organisasi serta kehidupan sehari-hari.
Materi yang disampaikan mencakup prinsip inti lean seperti fokus pada nilai, pemetaan aliran nilai, menciptakan aliran kerja yang efisien, sistem tarik berbasis permintaan, dan perbaikan berkelanjutan. Beliau juga menjelaskan jenis-jenis pemborosan (waste) seperti pemborosan waktu, tenaga, dan sumber daya yang tanpa disadari sering terjadi dalam rutinitas akademik mahasiswa. Melalui pendekatan interaktif, mahasiswa diajak mengidentifikasi pemborosan dalam kehidupan sehari-hari serta mengubahnya menjadi langkah perbaikan nyata.
3. Assoc. Prof. Dr. Wan Nurul Karimah Wan Ahmad
Topik: Foresight Tools of the Futurist
Sesi terakhir dibawakan oleh Assoc. Prof. Dr. Wan Nurul Karimah Wan Ahmad, yang mengajak mahasiswa memahami berbagai foresight tools yang digunakan dalam memprediksi tren jangka panjang dan memetakan skenario masa depan. Beliau menekankan bahwa kemampuan membaca perubahan, mengidentifikasi risiko, serta melihat peluang jangka panjang merupakan keterampilan penting bagi calon pemimpin masa depan.
Materi ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa bahwa perencanaan masa depan bukan hanya tentang memprediksi, tetapi tentang membangun kesiapan, fleksibilitas, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan global yang cepat.
Seluruh sesi berlangsung sangat dinamis, dengan mahasiswa FEB Unesa aktif bertanya dan berdiskusi mengenai aplikasi IoT, strategi lean, hingga konsep future thinking. Interaksi ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkuat kolaborasi budaya antara Indonesia dan Malaysia.
Kegiatan ini selaras dengan visi FEB Unesa untuk menjadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang bereputasi global di bidang pendidikan ekonomi dan bisnis berbasis entrepreneurial leadership. Kehadiran para pemateri internasional dari UTHM menjadi wujud nyata komitmen FEB Unesa dalam menghadirkan pembelajaran berstandar internasional dan memperluas jejaring akademik global.
Share It On: