Kolaborasi FEB UNESA dan UTHM Malaysia Resmi Ditutup: Seminggu Pertukaran Ilmu, Budaya, dan Harapan Baru untuk Dunia Akademik
Surabaya, 7 November 2025 — Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya(FEB UNESA) resmi menutup rangkaian kegiatan kolaborasi internasional bersamaUniversiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Selama tujuh hari, mulai 2–8 November 2025, kedua institusimenggelar beragam aktivitas akademik dan budaya yang memperkuat kerja samalintas negara dalam bidang ekonomi, bisnis, dan pendidikan global.
Kegiatan ini meliputi penandatanganan InternationalAgreement (IA), Visiting Lecture, Inbound International MobilityProgramme, pelatihan cross culture berupa praktik membatik, hinggakunjungan ke Museum Surabaya. Rangkaian acara tersebut menjadi bukti nyataupaya kedua universitas dalam memperluas jaringan akademik dan memperdalampemahaman lintas budaya di era internasionalisasi pendidikan tinggi.

🎓 Dekan FEB UNESA: Kolaborasi yangSemakin Berdampak untuk Dunia
Dalam sambutan penutupan, Dekan FEB UNESA, Prof. Dr. AnangKistyanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif seluruhdelegasi dari UTHM. Beliau menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan yangberdampak tidak hanya pada institusi, tetapi juga bagi masyarakat luas. “Kamiberharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi yang lebihbesar dan berdampak global,” ujar Prof. Anang.”

Ke depan, FEB UNESA akan memetakan dan menetapkan skim risetbersama serta menyelenggarakan konferensi internasional yang berfokus padaisu-isu ekonomi dan bisnis kontemporer.” Sambutan tersebut ditutup denganpantun hangat yang mencerminkan semangat persahabatan lintas negara:
Naikperahu menyusuri kali
Air beriak membawa tepi
Semoga silaturahmi tetap abadi
FEB UNESA dan UTHM berkolaborasi lagi
🌏 UTHM Malaysia ApresiasiProfesionalisme dan Keakraban UNESA
Perwakilan UTHM, Dr. Chandrashekar Ramasamy dan Prof. Ts.Dr. Alina Shamsuddin, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan danpenyelenggaraan kegiatan yang dinilai berjalan sangat baik. Prof. Alina menilaikegiatan ini bukan hanya menjadi ajang akademik, tetapi juga sarana membangunpersahabatan lintas budaya. “Semua aktivitas dirancang dengan sempurna — dari kuliah tamu hingga kegiatanbudaya. Kami belajar banyak dari UNESA tentang profesionalisme dan keramahan,” ungkapnya.

Dr. Chandrashekar menambahkan, kegiatan ini membuka peluangbesar untuk kolaborasi riset di masa depan, khususnya di bidang ekonomi digitaldan kewirausahaan berkelanjutan.
👩🎓 Mahasiswa UTHM: Surabaya MenjadiRumah Kedua
Mahasiswa UTHM juga menyampaikan kesan mendalam ataspengalaman mereka selama di Surabaya. Melalui Inbound Mobility Programme,mereka mengikuti perkuliahan di kelas, berdiskusi dengan mahasiswa UNESA, sertamengunjungi destinasi budaya dan sejarah.
“Kami sangat berterima kasih atas kegiatan selama tujuh hariini. Kami belajar banyak hal baru yang memperkaya pengetahuan kami,” ujar salahsatu mahasiswa UTHM.
Penutupan semakin hangat saat mahasiswa UTHM membalas pantundari FEB UNESA:
Bu Rudipergi arisan
Pulang-pulang bawa bingkisan
Wahai warga Indonesia yang budiman
Sampai ketemu lagi di lain kesempatan
Pantun itu disambut tepuk tangan meriah dan tawa hangat,menandai akhir yang indah dari kolaborasi lintas budaya tersebut.

🔬 Menatap Masa Depan Riset danMobilitas Internasional
Kerja sama antara FEB UNESA dan UTHM tidak berhenti di sini.Pihak fakultas menargetkan penguatan program riset bersama dan publikasiinternasional yang berfokus pada bidang ekonomi digital, manajemen inovasi, danpengembangan UMKM. Melalui kolaborasi riset, kedua institusi berupayamemperluas kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di kawasan ASEAN.
“Tahun depan, kami menargetkan dua publikasi ilmiah bersamadan satu konferensi internasional hasil kolaborasi antara UNESA dan UTHM,” ujar perwakilan pimpinan FEB UNESA bidang kerja sama internasional. Langkah tersebutmenjadi bagian dari strategi UNESA dalam memperkuat international visibility sekaligus mendukung target Kampus Berdampak melalui program pertukaran mahasiswa lintas negara.
Acara penutupan berlangsungdalam suasana hangat dan penuh persaudaraan. Kedua universitas saling bertukarc endera mata sebagai simbol kerja sama yang berkelanjutan.

Di akhir acara, seluruh peserta berfoto bersama, menandai berakhirnya satuminggu penuh pembelajaran, tawa, dan inspirasi. “Kolaborasi ini membuktikanbahwa ilmu dan persahabatan tidak mengenal batas negara,” tutur Prof. Anangmenutup sambutan terakhirnya.
“Semoga kerja sama ini menjadi pijakan menuju kolaborasi global yang lebihluas.”
Share It On: