UTMH–Unesa Mobility Program: Hari Kedua Penuh Wawasan Ekonomi & Statistika
Surabaya, 4 November 2025 – Rangkaian Inbound International Mobility Programme antara Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (FEB Unesa) dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM) memasuki hari kedua. Pada Selasa, 4 November 2025, peserta mengikuti dua sesi sit-in perkuliahan, yakni pada mata kuliah Statistika dan Ekonomi Mikro.
Sesi pertama berlangsung pada pukul 09.30–12.00 WIB bersama Dr. Rasyidi Faiz Akbar, S.E., M.M. dalam mata kuliah Statistika. Dalam sesi ini, mahasiswa diperkenalkan pada statistik sebagai bahasa untuk membaca fenomena kehidupan sehari-hari. Diskusi dimulai dari kebiasaan minum kopi susu di Indonesia dan teh tarik di Malaysia sebagai contoh data sosial yang dapat dianalisis. Mahasiswa kemudian mempelajari konsep mean, median, dan mode serta bagaimana data mencerminkan pola budaya, ritme aktivitas mahasiswa, dan dinamika kehidupan pelajar di dua negara.
Dr. Rasyidi juga memberikan contoh bagaimana durasi tidur mahasiswa hingga penggunaan gawai dapat dianalisis untuk memahami fenomena penurunan performa akademik akibat screen time. Konsep korelasi negatif diperkenalkan melalui kasus hubungan antara waktu layar dan IPK, yang mengundang diskusi menarik terkait kebiasaan digital dan kedisiplinan belajar. Pendekatan pembelajaran ini membuat mahasiswa UTHM melihat statistik tidak hanya sebagai teori, namun sebagai alat untuk membaca perilaku sosial, budaya hingga dinamika kehidupan pelajar di Asia Tenggara.
Melalui pendekatan yang interaktif, mahasiswa diajak melihat bahwa di balik angka terdapat cerita, membuktikan bahwa statistik bukan sekadar perhitungan, melainkan jendela untuk memahami perilaku, pilihan, dan ritme kehidupan generasi muda di dua negara.
Pada sesi berikutnya, pukul 13.00–15.30 WIB, mahasiswa mengikuti mata kuliah Ekonomi Mikro bersama Dr. Dhiah Fitrayati, S.Pd., M.E. Materi berfokus pada kebijakan pemerintah dalam mengendalikan harga pasar, termasuk mekanisme harga minimum, harga maksimum, dan subsidi. Diskusi berjalan menarik dengan perbandingan kebijakan ekonomi antara Indonesia dan Malaysia, serta implikasinya terhadap kesejahteraan masyarakat dan stabilitas pasar.
Mahasiswa UTHM menyampaikan apresiasi terhadap pendekatan pembelajaran yang aplikatif dan interaktif di FEB Unesa. Mereka menilai pengalaman ini memperkaya pemahaman mereka mengenai dinamika ekonomi regional dan memberikan pandangan baru dalam konteks pembelajaran berbasis kasus.
Kegiatan ini mendukung visi FEB Unesa untuk menjadi Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang bereputasi global di bidang pendidikan ekonomi dan bisnis berbasis entrepreneurial leadership.
Share It On:
